19 Aug 2019 · 27.012 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID - Penggunaan ketiga kata ini oleh sebagian kalangan pengajar atau pelajar muslim sering bias. Akhirnya tak jelas maksudnya apa. Di buku, artikel serius atau di medsos sering saya temui yang salah kaprah memakainya.
Misalnya ada yang mengatakan demikian:
- "Argumen ini akan jelas dan bisa dibaca dengan pandangan yang insyaf"
- "kalau anda insaf maka akan tahu bahwa yang saya katakan benar".
- "Insyaflah, jangan fanatik supaya bisa melihat kebenaran"
Semua contoh di atas bias. Pokok masalahnya ada dalam kata berbahasa Arab inshâf (إنصاف) yang diterjemah menjadi insaf atau insyaf. Ini terjemahan yang tidak pas.
Kata إنصاف berasal dari أنصف yang akarnya adalah نصف yang bermakna separuh. Jadi arti asalnya adalah melihat atau bertindak di posisi separuh alias posisi tengah. Jadi kata inshâf (أنصاف) ini terjemahnya adalah: adil, objektif, netral atau berimbang. Kata ini digunakan sebagai lawan dari cara pandang subjektif dan fanatik.
Sedangkan "insaf" di KBBI
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+