23 Aug 2019 · 12.012 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Suatu hari di tahun 1998 Romo Yai RA hadir dalam sebuah majelis di Desa Watangrejo Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik. Ketika Romo Yai RA rawuh, majelis itu tengah berlangsung. Beliau RA langsung masuk ke area lokasi, yakni di dalam masjid hingga sampai di tempat utama, di depan mihrab.
Di tempat itu, Romo Yai RA melihat tampak hadir seorang kiai. Beliau tokoh dari Desa Sumengko Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik. Kiai ini sudah cukup sepuh serta disepuhkan di masyarakat Kabupaten Gresik. Namun demikian, baru saat itu moment kali pertama kiai ini bertemu muka secara langsung dengan Romo Yai RA. Akhirnya, duduklah Romo Yai RA di sebelahnya.
Pada waktu bacaan tahlil selesai, saatnya giliran doa Tahlil, Romo Yai RA tiba-tiba mengutus fulan yang duduk di depannya, supaya menggeser mic ke arah sebelah beliau RA, yakni ke hadapan kiai tersebut. Dan setelah mic di hadapannya, kiai itu tetap dalam diam saja, sampai beberapa saat.
Hingga Romo Yai RA kemudian berucap, "Monggo Yai, dungo (Silakan berdoa, Yai).”
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+