24 Aug 2019 Β· 45.479 dibaca · Pesantren
Profil
Kebutuhan akan pendidikan tidak memandang kelompok. Maka wajar jika KH. Mahrus Aly (alm) mengutarakan pemikiran ini kepada putri beliau yakni Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum, istri KH. M. Anwar Manshur, untuk mendirikan sebuah pondok pesantren putri. Selanjutnya dawuh Mbah Mahrus tersebut terwujud tepat pada tanggal 15 September 1985 M/01 Muharram 1406 H dengan berdirinya Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadi-aat (P3HM).
Santri generasi pertama P3HM terdiri atas dua orang putri yakni Kholifah (asal Jakarta) dan Nur Hayati (asal Karawang), serta para khodimah keluarga Pondok Pesantren Lirboyo. Mereka mengaji sorogan langsung kepada Ibu Nyai Hj. Ummi Kultsum yang dibantu oleh Ibu Nyai Hj. Umi Sa’adah (istri KH. A. Habibulloh Zaini). Ketika jumlah santrinya sekitar 15 orang, sistem belajar yang dipakai P3HM ditingkatkan dengan menggunakan kurikulum sistem madrasah.
Meski metodenya berubah, namun pengajian kitab-kitab kuning dengan sistem sorogan di luar jam sekolah tetap digelar. Sistem Pendidikan Madrasah i
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+