28 Aug 2019 Β· 4.680 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Cirebon - Kepala Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH. Endin AJ Soefihara mengatakan, menjadi NU tidak cukup dengan yasinan, tahlilan, qunut dan lain lain, tetapi harus diikuti dengan harokah dan fikroh.
Menurut KH. Endin, MKNU adalah sekolah struktural pengurus NU. Kader NU yang telah mengikuti MKNU wajib mengikuti arahan dan komando PBNU.
“Sebagai kader NU dituntut tanggungjawab dan wajib untuk melaksanakan apa yang telah disumpahnya, agar senantiasa menjalankan kewajiban dan selalu bergerak di masing-masing jabatannya dengan mengikuti arahan dan satu komando dari PBNU,” kata Kiai Endin saat sambutan MKNU Pengurus Cabang NU (PCNU) Cirebon Raya di Wisma Pepabri Linggarjati Kuningan, pada Sabtu-Senin, 24-26 Agustus 2019 kemarin.
Sebagai kader, kata Kiai Endi menegaskan, harus selalu bergerak, karena tidak ada barokah tanpa harokah. Artinya, kata dia menjelaskan, untuk mendapatkan tambahan kebaikan harus bergerak dan terus bergerak.
“Barakah atau ke
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+