28 Aug 2019 Β· 13.702 dibaca · Islam Nusantara
LADUNI.ID, Jakarta - Di berbagai negeri muslim, terlebih di Nusantara pembacaan manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani al-Baghdadi, yang lazim disebut 'manaqib-an' memang sangat populer. Selain untuk mengenang perjuangan, keilmuan, dan keteladanannya, manaqib itu biasanya diiringi dengan upacara tawassul,melalui kedudukan sang wali, untuk meraih keberkahan hidup.
Tak jarang pembacaan manaqib juga dilakukan untuk membayar nadzar baik, karena cita-cita atau keinginan seseorang dengan izin Allah, telah terkabul. Khusus di Banten, Aceh, dan Minangkabau, serta beberapa daerah di luar negeri seperti di Kurdistan, Asia Tengah, pembacaan manaqib sering dikaitkan dengan ilmu kebal, yang di Banten disebut debus.
Menurut Marlin van Bruinessen dalam bukunya 'Kitab Kuning, Pesantren dan Tarekat' hubungan erat antara manaqib dan debus terjadi bersamaan dengan proses penyebaran Tarekat Qodiriyah, yang di beberapa daerah terlibat dengan perjuangan melawan penjajah. Ketika itu para guru tarekat banyak menga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+