Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Hikmah

Kisah Hikmah tentang Perjodohan dan Menikahi Putri Guru

01 Sep 2019 Β· 5.586 dibaca · Hikmah

LADUNI.ID, Jakarta - Menikah dengan putri guru merupakan keberuntungan, bahkan sebuah keistimewaan yang tak semua orang bisa mendapatkan. Selain menjadi media untuk melekatkan emosional guru dan murid, hal itu merupakan bentuk 'pengakuan paling ujung' terhadap kapabilitas intelektual sang murid. Tentulah guru menunjuk seseorang untuk menjadi suami putrinya didasarkan pada pemikiran matang, dan jika dimisalkan dengan ujian, ia melewati seleksi di level premium: seleksi yang kriterianya meliputi segala aspek yang dibutuhkan dalam pernikahan. Mereka yang beruntung adalah benar benar manusia pilihan (khiyâr min khiyâr).

Hal ini bukan cerita dongeng belaka yang tak bisa dijumpai di dunia nyata. Kisah yang menyerupai dongeng ini terjadi pada beberapa ulama, sebut saja Sa'id bin Musayyab yang menikah dengan putri gurunya, Abu Hurairah. Sa'id bin Musayyab mempunyai putri, dan dinikahkan dengan muridnya lagi, Abdullah bin Abi Wida'ah. Al-Hafidz Ibnu Katsir dengan putri gurunya, al-Hafidz Abi al-Hajjaj al-Mazziy; Ibnu Hajar al-Haitsami deng

πŸ”’
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β€” tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →