06 Sep 2019 · 3.127 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Surabaya - Disertasi dosen Fakultas Syariah Institut Agama Islam (IAIN) Surakarta yang mengangkat konsep milkul yamin Muhammad Syahrur, tidak bisa diterima. Salah satu alasannya karena dalam disertasi tersebut memakai analisis tafsir hermeneutika.
Pernyataan ini disampaikan oleh Direktur Ahlussunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama (Aswaja NU) Center Jawa Timur Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin. Dirinya menolak disertasi karya Abdul Aziz yang diajukan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta.
Ustad Ma’ruf Khozin, yang juga merupakan Pengasuh Pesantren Aswaja Sukolilo, Surabaya menyatakan penolakan dengan beberapa alasan sebagai berikut:
Pertama, dari sisi ‘pisau’ analisisnya yang menggunakan tafsir hermeneutika. Belum dapat diterima di kalangan ulama Aswaja karena hermeneutika mengadopsi metode dalam kitab Injil.
Kedua, kalau memang mengambil konsep yang terdapat dalam milkul yamin (perbudakan) sementara penulisnya sudah meyakini budak tidak ada lagi, maka di
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+