10 Sep 2019 · 2.331 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Hari ini adalah hari ke 10 dari bulan Muharram, disebut dengan istilah Asyuro (orang Jawa menyebut Syuro). Ada keutamaan di dalamnya yang berdasarkan hadis sahih, ada juga yang dlaif bahkan hadis palsu.
Ulama dari Nusantara yang menjadi Mufti di Negeri Hijaz, Syekh Nawawi al-Bantani (1315 H), mengatakan:
ﻭَﻗﺪ ﻭَﺭﺩﺕ اﻷَْﺣَﺎﺩِﻳﺚ ﻓِﻲ اﻟﺼَّﻮْﻡ ﻭاﻟﺘﻮﺳﻌﺔ ﻋﻠﻰ اﻟﻌﻴﺎﻝ ﻭﺃﻣﺎ ﻏَﻴﺮﻫﻤَﺎ ﻓَﻠﻢ ﻳﺮﺩ ﻓِﻲ اﻷَْﺣَﺎﺩِﻳﺚ
Anjuran puasa di hari Asyuro dan melapangkan nafkah untuk keluarga adalah berdasarkan riwayat hadis. Selain dari 2 tersebut tidak ada dalil hadisnya (Nihayatuz Zain 1/196)
Bagaimana dengan hadis yang menyebutkan anjuran shalat di hari Asyuro dengan tata cara surat tertentu? Hadis mandi di hari Asyuro? Hadis memakai celak? Sedekah, mengusap kepala anak yatim dan seterusnya.
Saya cuma mengutip penilaian hadis tersebut dari ulama yang tasyaddud sampai yang sejalan dengan madzhab Syafi'i, keduanya menyatakan hadis di atas adalah hadis palsu;
1. Al-Hafidz Ibnu Jauzi
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+