13 Sep 2019 Β· 1.581 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - “Jabatan Presiden datang kepada saya secara mendadak. Kurang dari 13 jam setelah sekretaris Presiden menginformasikan kepada saya bahwa Soeharto telah memutuskan untuk mengundurkan diri esok hari… saya tidak punya persiapan yang cukup untuk menduduki jabatan tertinggi ini. Saya harus bekerja paling tidak 16 jam per hari selama 3 bulan pertama untuk mempelajari masalah hukum dan peraturan untuk memimpin pemerintahan dan untuk memformulasikan strategi menghadapi persoalan besar bangsa Indonesia.”
Begitulah Presiden ketiga Indonesia yang baru saja wafat, Bacharuddin Jusuf Habibie, mengenang momen penting dalam hidupnya, seperti yang dia ceritakan sendiri saat menyampaikan pidato pengukuhan Doktor Honoris Causa dari Chungbuk National University, Korea, 13 Maret 2001.
Habibie kembali ke Indonesia tahun 1974 setelah sekolah dan bekerja di Eropa. Presiden Soeharto memanggilnya pulang. Tahun 1978 dia diangkat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) dan memegang posisi ini selama lima periode di Kabinet Pembangunan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+