15 Sep 2019 · 2.847 dibaca · Kolom
LADUNI.ID - Teori sosial menjadi teori yang terlupakan setelah berhasil menjadikan agama hadir sebagai suatu obyek yang kokoh. Berikutnya terdapat satu persoalan yang belum menemukan solusi mengenai persoalan prekapitalisme yang muncul bersamaan dengan teknologi sosial telah membelah menjadi bentuk diskriminasi dan spesialisasi serta mendorong kekacauan budaya. Film, radio, televisi, internet dan media sosial telah membuat keseragaman yang sama, kemudian merasuk pada setiap bagian kehidupan manusia. Semua itu membentuk estetik politik yang terus menerus antusias membangun kepatuhan dalam sistem yang keras.
Kenyataan lain dari persolan di atas serupa dengan dekorasi industri (decorical industry) yang terus membangun pusat pertunjukan menjadi menara-menara yang gemerlap. Hal ini menjadi suatu kekhawatiran yang mengancam kesatuan masyarakat menuju pada kristalisasi individual yang independen, pada segmen inilah sebenarnya kekuatan kapitalisme itu menguat. Maka kemudian, hari ini masyarakat luas terlibat sebagai pelanggan sekaligus produser yang hadir di arena yang diba
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+