19 Sep 2019 Β· 14.145 dibaca · Lokasi Ziarah
Lintas Sejarah
Nama kecilnya adalah Sarman. Beliau dilahirkan pada 1878 M dari pasangan Syarif dan Salimah, petani kecil di Desa Ngluwuk, Dempet, Kabupaten Demak. Sarman memiliki empat orang saudara, yakni Sukir, Mataham, Sagirah, dan Sijah.
Sarman merupakan nama pemberian kedua orang tuanya. Namun, saat mondok di Pesantren Tebuireng, namanya berubah menjadi Hasan Anwar. Nama itu diberikan langsung oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari atas bantuannya dalam menghadapi para perusuh di sekitar Pondok Pesantren Tebuireng.
Awalnya, ia merasa prihatin yang mendalam atas banyaknya hinaan dan ejekan yang diterima oleh KH. Hasyim Asy'ari. Sebab, hampir setiap saat ulama pendiri Jam'iyyah Nahdlatul Ulama (NU) itu dilempari dengan kotoran manusia.
Jalan-jalan di sekitar Pondok Pesantren Tebuireng selalu dipenuhi dengan duri. Atas hal itu, Sarman memberanikan diri memohon izin kepada KH. Hasyim Asy'ari untuk menghadapi para perusuh itu, namun, KH. Hasyim Asy'ari tidak mengizinkannya. Ia pun bersabar dan menunggu
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+