Laduni.ID, Jakarta - Saat ini manusia hidup di zaman yang penuh dengan persoalan. Di dalam inti persoalan dan konflik yang hadir saat ini kadang-kadang menjadi ancaman tersendiri terhadap "kehadiran" kitab suci bagi setiap pemeluk agama. Ancaman tersebut berupa degradasi kepercayaan mengenai relevansi kitab suci terhadap realitas. Kitab suci seakan kurang harmonis menyapa realitas. Padahal dalam pengalaman keberagamaan, kitab suci atau Al-Quran dalam hal ini menjadi kitab yang paling banyak dibaca oleh manusia sepanjang masa. Tetapi kenapa seakan pembacanya tidak mampu membuat konstribusi yang siginifikan dalam menyelesaikan sejumlah persoalan.
Persoalan berikutnya mengenai kitab suci tidak hanya persoalan minimnya solusi terhadap persoalan kekinian, tetapi malah persoalan itu justru muncul dari para pembaca kitab suci itu sendiri. Hampir sering ditemukan, betapa perseteruan antar individu dan kelompok itu kerap muncul setelah mereka melakukan pembacaan terhadap kitab suci. Kitab suci dalam hal ini menjadi "tameng" masing-masing kelompok unt
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+