05 Oct 2019 Β· 3.901 dibaca · Sosial Budaya
Oleh MENACHEM ALI
LADUNI.ID, Jakarta - Hijrah itu dari sesuatu yang formalis menjadi yang substansialis, dari tindakan yang "biadab" menjadi "bil adab."
Dalam hal ini, saya bicara tentang "Hijrah" dalam konteks Islam. Itulah pentingnya memahami dua kata kunci secara benar, yakni istilah "Jahiliyah" dan istilah "Madaniyah." Dua istilah ini mewakili periode Mecca dan periode Medina. Dua istilah tersebut tidak ada kaitannya dengan konteks sekuler.
Saya tidak akan tinggal diam bila simbol-simbol agama menjadi ternoda akibat ulah kebiadaban. Sebaliknya, saya akan mendukung bila simbol-simbol agama sebagai penanda keadaban (bil-adab).
Simbol agama itu perlu, tetapi substansi beragama jauh lebih penting. Bila simbol agama dijadikan "alat kebiadaban" maka harus dilawan dan diluruskan.
Kalau Anda tidak paham dengan bahasa thread saya ini, barangkali Anda tidak membaca komen-komen saya sebagai rinciannya. Kalau Anda paham dengan bahasa saya dan terlibat de
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+