10 Oct 2019 Β· 3.625 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Mereka telah menyiapkan diri tuk bergerak menyerang, tapi kita lebih siap melawan.
Tragedi Pandeglang berupa penyerangan terhadap Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn) H. Wiranto merupakan momok yang sangat mengerikan sekaligus meresahkan khalayak.
Betapa tidak, Wiranto adalah sosok jenderal senior yang menempati posisi tidak tanggung-tanggung, sebagai menko polhukam. Artinya, posisi ini adalah benteng terakhir pemerintahan di bawah komando Presiden RI, Joko Widodo.
Ibarat ster dalam permainan catur, Wiranto menempati posisi itu. Ia adalah simbol stabilitas politik, hukum bahkan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menyerang Wiranto, berarti menyerang Indonesia. Melukai Wiranto, sama halnya dengan melukai ratusan juta warga Indonesia. Ini tentu bukan pembelaan yang sembrono, sebabnya jelas, posisi Wiranto adalah simbol dari kondusifnya NKRI. Menggoyang Wiranto, berarti target penyerang jelas dan terarah, menyerang rak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+