22 Oct 2019 · 2.969 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Memperingati Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober, banyak pesan petuah, tausiyah, dan amanat dari para sesepuh NU. Tidak terkecuali Gus Yahya, kyai Yahya Cholil Staquf yang merupakan Katib Aam PBNU memberikan pesan melalui akun facebooknya. Berikut adalah pesan beliau.
Sebaiknya orang NU tidak membiarkan diri larut dalam eforia kebanggaan akan pengakuan atas jasa-jasa di masa lalu. Karena dua alasan. Pertama, toh jasa-jasa itu dipersembahkan oleh generasi yang telah lalu, bukan oleh dhiyapurannya bekakas-bekakas pating pecenges masa kini. Kedua, karena NU tidak boleh hanya menjadi identitas tribal yang statis dan "menuntut", tapi harus ditegakkan sebagai visi universal yang aktif dan "mengabdi" --ini adalah intinya inti, core of the core, dari khitthah Nahdliyyah.
Bahwa orang NU generasi yang lalu telah banyak berjasa, itu bukan alasan bagi generasi sekarang untuk menuntut imbalannya seperti gus nggak bisa ngaji mengharapkan salam tempel dari alumni. Kemuliaan para pendahulu tidak boleh begitu saja dij
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+