01 Nov 2019 · 5.779 dibaca · Artikel
Laduni.ID, Jakarta - Barang siapa mengaji sungguh-sungguh kitab Alfiyyah karangan Ibnu Malik di bidang ilmu nahwu, dia insya Allah tidak akan menjadi aktor-aktor perusakan di muka bumi. Idealnya tidak mungkin bekerja sama dengan para pemodal tambang, ikut dalam bisnis ekstraktif yang merusak lingkungan, atau ikut-ikutan mendukung proyek tambang serta proyek-proyek perampas ruang hidup rakyat lainnya yang dibuat oleh pemerintah.
Ini karena Ibnu Malik menulis di dalam baitnya:
وعَامِلُ الحَالِ بهَا قد أُكِّدَا # فِي نَحْوِ لَا تَعْثَ فِي الأرْضِ مُفْسِدَا
“Dan sungguh-sungguh ‘amil-nya haal (kalimat yang melahirkan haal) hadir dalam bentuk di-taukid, seperti dalam contoh: ‘Janganlah engkau berbuat kerusakan di bumi seraya (dalam keadaan, haal) benar-benar membuat kerusakan nyata’.”
Pengertian bait tersebut, menurut ilmu nahwu: terkadang haal hadir dalam bentuk taukid, artinya memiliki fungsi signifikasi memperkuat pengertian kata sebelumnya, atau me
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+