02 Nov 2019 Β· 3.117 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Semarang - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengungkapkan bahwa pesantren merupakan model pendidikan yang tidak hanya memproduksi orang pintar, tetapi juga orang yang benar (berakhlak). Hal ini disampaikan dalam Naharul Ijtima’ perdana diadakan Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (asosiasi pondok pesantren) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah di Masjid Agung Jawa Tengah.
“Pesantren bisa bertahan karena model pendidikannya mampu memproduksi orang pinter yang berakhlaq (bener). Di saat kita mengalami era darurat ahlus sunnah wal jama’ah (aswaja),” terang KH. Miftachul Akhyar dalam kegiatan yang bertujuan sebagai media silaturahim ulama pesantren kultural dan struktural NU.
Lebih lanjut, yang dimaksud dengan pintar dan bener adalah bahwa pesantren mampu melahirkan manusia intelek dan berakhlaq. Pesantren asli merupakan peninggalan Walisongo. Sistem Pendidikan mengarusutamakan warisan salaf. Yaitu menjaga sifat mulia, unggah-ungguh dalam kehidupan, takdhim kepada guru dan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+