17 Nov 2019 Β· 4.482 dibaca · Santri Goes to Papua
LADUNI.ID, Sorong - Pukul tujuh pagi kurang sedikit, ada dua anak perempuan datang ke tempat saya. "Lho, kok tidak sekolah?" tanya saya. Keduanya hanya menjawabnya dengan senyum-senyum sembari menunduk. Lama keduanya begitu, hingga akhirnya menjawab setelah saya desak, "saya punya pramuka tidak lengkap, pak guru."
Tidak lama kemudian, ada tiga anak laki-laki yang datang. Seperti terhadap dua anak perempuan sebelumnya, saya pun bertanya kenapa tidak sekolah. Dua anak beralasan seperti dua anak perempuan sebelumnya, sedangkan yang satu bilang karena tidak punya uang jajan.
"Kalau masuk nanti kena hukum, pak guru," alasan mereka.
"Siapa yang tidak sekolah lagi? Kalian panggil ke sini sudah dan kita belajar di sini," lanjut saya.
Tidak ada setengah jam, semuanya berkumpul. Ada lumayan banyak. Semuanya berjumlah sebelas anak. Tiga laki-laki, dan sisanya perempuan.
Karena saya tahu bahwa kebanyakan dari mereka belum bisa atau belum lancar membaca, maka saya mengajari mereka tentang
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+