22 Nov 2019 · 3.141 dibaca · Kolom
Satu mata Muath mungkin hilang, tapi tidak dengan kebenaran.
LADUNI.ID, Jakarta - Dia adalah Muath Amarneh, seorang pejuang kebenaran yang berprofesi sebagai jurnalis. Meski menggunakan rompi bertuliskan 'PRESS', ia tetap menjadi sasaran tembakan kejam Zionis.
Kejadian ini bermula saat Muath meliput perjuangan para pemuda Palestina di Tepi Barat, Jum'at (15/11) lalu. Di sanalah, tak ayal, mata kirinya tertembak, dan kini Muath tak lagi mampu melihat dengan sempurna.
Padahal sudah jelas termaktub dalam hukum internasional, telah disepakati bahwa jurnalis/press tidak boleh diserang atau disakiti. Aturan ini tidak diindahkan oleh para tentara Zionis yang brutal dan tak berperikemanusiaan.
“Sesungguhnya dosa besar itu atas orang-orang yang telah berbuat zalim kepada manusia dan telah melampaui batas di muka bumi tanpa hak.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+