04 Dec 2019 Β· 4.062 dibaca · Kolom
Oleh KANG AL-ZASTROUW
Dalam kitab “Uqud al Lujain” disebutkan : “Idza Qama Dzakar al Rajul, Dzahaba Tsulutsa ‘Aqlihi” (Jika penis laki-laki sudah berdiri, maka hilanglah dua pertiga akalnya) (Nawawi, 94). Ungkapan ini mencerminkan, semakin seseorang bernafsu, dikuasai birahi maka akalnya semakin kecil dan dangkal. Mau profesor, doktor, pemimpin dan tokoh agama jika sudah dikuasai birahi maka kelakuannya akan sama dengan orang yang tidak berpendidikan. Menabrak aturan, etika dan moral seperti orang tak beradab, karena akalnya tidak berfungsi maksimal.
Pernyataan tersebut tidak hanya berlaku dalam konteks nafsu birahi yang terkait dengan persoalan seksualitas, tetapi juga berlaku dalam konteks sosial secara umum. Misalnya, jika nafsu kekuasaan dan ambisi untuk menyerang lawan sudah sampai ke ubun ubun, seperti layaknya nafsu birahi yang memuncak, maka akal akan menjadi dangkal dan sempit. Apapun perkataan dan tindakan lawan akan dijadikan bahan untuk menyerang. Akan dieksploitir untuk menghasut d
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+