Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Chasbullah Badawi
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Chasbullah Badawi

1940 – 2017 M · 26.457 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Chasbullah Badawi atau yang akrab disapa dengan panggilan Romo Chas atau Mbah Chas lahir di Kesugihan Kidul pada tanggal 4 Agustus 1940. Beliau merupakan putra ke-7 dari KH. Badawi Hanafi.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.     Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1   Lahir
1.2   Riwayat Keluarga

2.     Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1   Masa Menuntut Ilmu
2.2   Mengasuh Pesantren

3.     Jasa, dan Karier
3.1   Jasa-jasa
3.2   Karier

4.     Teladan
5.     Referensi

 

1.  Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1 Lahir
KH. Chasbullah Badawi atau yang akrab disapa dengan panggilan Romo Chas atau Mbah Chas lahir di Kesugihan Kidul pada tanggal 4 Agustus 1940. Beliau merupakan putra ke-7 dari KH. Badawi Hanafi. Ayahnya adalah sosok yang sangat berkharismatik, Sang Muassis atau Pendiri Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin

KH. Chasbullah Badawi meneruskan kepemimpinan Pesantren Al-Ihya Ulumaddin sepeninggal kakaknya, KH Mushtolih Badawi.

1.2 Riwayat Keluarga
KH. Chasbullah Badawi menikah dengan Ny. Salamah. Dari pernikahan ini beliau memiliki 5 orang putra dan 4 putri. Semua putra dan putrinya menetap di sekeliling kediaman beliau, kecuali satu putranya yang bernama Gus Luham yang konon belum pulang dalam pengembaraannya sejak dari tahun1998.

1.3 Wafat
KH. Chasbullah Badawi wafat pada tanggal 5 Juni 2017 sekitar pukul 19.00 WIB. Beliau menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Geryati Purwokerto, Jawa Tengah.

2.  Sanad Ilmu dan Pendidikan Beliau

2.1 Masa Menuntut Ilmu
KH. Chasbullah Badawi mendapatkan pendidikan dari ayahandanya dengan baik dan kemudian melanjutkan belajar ke berbagai pesantren. Selain di pesantren, beliau pernah juga masuk ke suatu universitas dan mengambil jurusan adab, tapi beliau tidak kerasan karena pelajaran di tingkat universitas sudah pernah dikuasainya saat di pondok pesantren.

2.2 Mengasuh Pesantren
Pada awalnya Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin dikenal dengan nama Pondok Pesantren Kesugihan. Lalu pada tahun 1961 Pondok Pesantren ini berubah nama menjadi Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam (PPAI), dan pada tahun 1983 kembali berubah nama menjadi Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin. Perubahan nama terakhir ini dilakukan oleh Kakaknya KH. Chasbullah Badawi, yakni KH. Mustolih Badawi yang juga merupakan putra dari KH. Badawi Hanafi. Perubahan tersebut dilakukan untuk mengenang almarhum ayahnya yang sangat mengagumi karya monumental Imam Al-Ghozali (Kitab Ihya Ulumuddin) tentang pembaharuan Islam.

Dalam sejarah perjuangan para tokoh dalam menyebarkan Islam di pesisir selatan Jawa Tengah tercatat bahwa setelah Sang Pendiri PP. Al-Ihya Ulumaddin, KH. Badawi Hanafi meninggal dunia, kepemimpinan pondok pesantren ini kemudian dilanjutkan oleh KH. Ahmad Mustholih Badawi dan adiknya, yakni KH. Chasbulloh Badawi.

Dalam asuhan kedua putra KH. Badawi Hanafi tersebut, pesantren mengalami perkembangan pesat. Pada masa inilah lahir lembaga-lembaga pendidikan formal mulai TK hingga perguruan tinggi.

Setelah KH. Musthol

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+