Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Dr. KH. Ahmad Fathoni Lc. MA
✓ Terverifikasi Tim Riset

Dr. KH. Ahmad Fathoni Lc. MA

13.006 kali dibaca · Profil Tokoh

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Dr. KH. Ahmad Fathoni Lc. MA, Ulama, Tangerang

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Sekilas Profil

Ustadz Fathoni lahir di sebuah desa kecil di wilayah Kebupaten Nganjuk, Jawa Timur. Ketika duduk di kelas 4 SD, ayahnya berpulang ke rahmatullah, sehingga sejak saat itu ia dibesarkan oleh ibunya seorang diri, seorang janda petani miskin yang harus menghidupkan ketiga anaknya. Meskipun demikian, di dalam mendidik anak-anaknya, baik ilmu-ilmu agama maupun ilmu-ilmu umum, ibunya tidak kalah dengan keluarga yang berkecukupan.

Pada sore hingga malam harinya Ahmad Fathoni mengaji Al-Qur’an dan ilmu agama di sebuah surau kepada seorang guru mengaji di kampungnya. Setiap Ahad ia disuruh ibunya khusus mengaji Al-Qur’an kepada seorang kiai yang hafal Al-Qur’an tamatan Pondok Pesantren Al-Qur’an Krapyak, Yogyakarta, di desa tetangga, K.H. Hasyim Yusuf, yang dikenal sangat memperhatinkan kefasihan pelafalan huruf dan ketepatan bertajwid di dalam membaca Al-Qur’an.

Menimba Ilmu

Setelah tamat SD, juga tamat sekolah di ibtidaiyyah, Fathoni melanjutkan pendidikannya ke SMPN. Namun ia tetap mengaji Al-Qur’an dan menimba ilmu agama kepada kiai tersebut, bahkan setiap hari, tanpa absen.

Setamat SMPN ia melanjutkan studinya ke SMAN di Kertosono, Nganjuk. Ia juga belajar di Pesantren Salaf Miftahul ‘Ula Nglawak dekat SMA tersebut. Ketika masih duduk kelas dua SMA, ia ikut ujian Extranei di Madrasah Tsanawiyah Negeri. Dan ketika duduk di kelas tiga SMA, ia juga ikut ujian Extranei di Madrasah Aliyah Negeri di Pesantren Tambak Beras, Jombang. Dengan demikian, ketika lulus SMA tahun 1969, ia juga lulus dari Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri (MAAIN).

Setamat SMA, ia bukannya melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi, akan tetapi ke Pondok Pesantren Krapyak, Yogyakarta, untuk menghafal Al-Qur’an kepada K.H. Ahmad Munawwir, yang mempunyai sanad Riwayat Hafsh ke-30 dari Rasulullah SAW, beliau menghafal Al-Qur’an dan bertalaqqi kepada kakak kandungnya, Kiai Abdul Qadir. Keduanya adalah putra K.H. Muhammad Munawwir, yang menghafal Al-Qur’an dan belajar Qira’at Sab’ah di Makkah Al-Mukarramah. Dengan demikian, Ustadz Fathoni memiliki sanad Riwayat Hafsh ke-31 dari Rasulullah melalui K.H. Ahmad Munawwir.

Setelah selesai menghafal Al-Qur’an, pada tahun 1973 ia mengetahui kabar bahwa Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta membuka kesempatan memberikan beasiswa kepada satu orang untuk masing-masing utusan provinsi di Indonesia. Berkat kecerdasannya, Ahmad Fathoni beruntung mendapatkan kesempatan tersebut sebagai utusan dari Provinsi Jawa Timur.

Ketika baru tingkat III tahun 1976, ada kesempatan memperoleh beasiswa untuk kuliah di Fakultas Al-Qur’an wa Ad-Dirasat Al-Islamiyyah, Madinah. Ia pun berhasil mendapatkan beasiswa tersebut. Pada fakultas tersebut ia belajar Syarh Syathibiyyah kepada Syaikh Abdul Fattah Al-Qadi, penyusun kitab Al-Wafiy fi Syarh Syathibiyyah fi Al-Qira’at al-Sab’. Sedang Tathbiq al-Qira’at al-Asyr yang mutawatirah untuk Qira’ah Sab’ah, menurut  Thariq (Jalur) Asy-Syathibiyyah, ia belajar kepada Syaikh Abdul Rafi Ridwan, dan Metode Qira’ah Tsalatsah, menurut Thariq ad-Durrah, kepada Syaikh Ahmad Sibaweh Al-Badawiy.

Program S2-nya dijalaninya di IAIN (kini UIN) Syarif Hidayatullah sejak tahun 1997 hingga lulus tahun 1999. Pada tahun 2000 ia melanjutkan program S3 di universitas yang sama.

Aktivitasnya

Tahun 1981 ia pulang ke tanah air dan langsung mengajar Qira’at Sab’ah, Ilmu Rasm Utsmani, Ilmu Tajwid, dan Tahfizh Al-Qur’an di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) dan Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, menggantikan Syaikh Abdul Qadir Azhim, yang telah pulang ke Mesir, hingga sekarang.

Aktivitasnya dari waktu ke waktu semakin padat. Selain di IIQ dan PTIQ, Ustadz Fathon

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+