26 Dec 2019 · 3.481 dibaca · Tekno & Disruption
LADUNI.ID, Jakarta - Musim pancaroba atau peralihan dan memasuki musim hujan seperti sekarang ini tergolong rawan sambaran petir. Kemunculannya yang tiba-tiba bisa diperkirakan sebelumnya dari potensi hujan dan kondisi awan.
Hal ini dijelaskan oleh ahli petir dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Syarif Hidayat. Menurutnya, awan petir terbentuk oleh penguapan dari sinar matahari. Di dataran pulau besar aktivitas petir dimulai sekitar pukul 11.30 dan berakhir pukul 20.00. Puncaknya sekitar pukul 3-4 sore.
Ketika masuk waktu petir itu terkait kebutuhan sinar matahari untuk penguapan air ke atas dari pagi sampai siang hari. Ketika musim hujan jarang matahari muncul jumlah petirnya tidak terlalu banyak.
Selain itu, Syarif juga menyampaikan bahwa sebaiknya warga tidak melakukan aktivitas di tempat terbuka atau yang menonjol seperti di atas bukit atau gunung.
“Kalau ada obyek yang tinggi di sekelilingnya seperti pohon atau bangunan mendekatlah ke arah itu,” terang pengajar di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB ini, seperti dik
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+