28 Dec 2019 · 2.982 dibaca · Iptek & Pendidikan
LADUNI.ID, Solo - Dalam rangka menjawab problematika sampah di Indonesia yang belum terkelola dengan baik, Kontingen mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo merancang sebuah aplikasi Tuker Sampah yang berbasis Android.
Aplikasi ini dikompetisikan pada ajang Advanced Innovation Jam (AI-JAM) Japan 2019, di Accenture Innovation Hub Tokyo, Minggu (8/12) beberapa pekan lalu. Mereka mempresentasikan aplikasi Tuker Sampah yang mereka ciptakan. Berkat karya ini, mereka meraih medali perunggu dalam ajang tersebut.
“Tujuan aplikasi ini untuk mengolah sampah sehingga tidak menjadi residu. Jadi, kami ingin ada mekanisme yang bisa mengubah sampah menjadi sesuatu yang berharga,” ungkap salah seorang dari kontingen, Nur Hijrah, seperti dikutip Laduni.id dari laman solopos.com, Sabtu (28/12).
Dia menambahkan, secara garis besar aplikasi ini mengitegrasikan kegiatan-kegiatan penanganan sampah yang selama ini sudah berjalan di masyarakat. Dalam aplikasi tersebut melibatkan tiga komponen utama, yakni penyetor sampah, pe
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+