Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Hikmah

Menolak NU Selain Hasil Muktamar

06 Jan 2020 · 3.365 dibaca · Hikmah

LADUNI.ID - Dalam hal ini, saya banyak berbeda pendapat dengan kawan-kawan saya sesama Nahdhiyyin. Mereka bersikeukeuh tak mau mengakui eksistensi NU selain hasil Muktamar, seperti NU Garis "Lurus" (NUGL), misalnya. Di titik ini saya sependapat. Bahwa saya pun tak pernah mengakui NU selain hasil Muktamar, siapapun yang bikin NU tandingan itu. 

Perbedaan kami terletak pada rasa ta'dzim. Saya, bagaimanapun tak setuju dengan NUGL, tetapi tetap menghormati (ta'dzim) kepada para Kiai atau Ustadz yang di dalam NUGL. Ta'dzim pada keilmuan atau kealiman beliau. Sementara tidak dengan kawan-kawan saya. Mereka bahkan dengan begitu "sadis" menyematkan ujaran, label atau vonis kurang elok kepada para Kiai dan ustadz di NUGL.

Bagi saya, jika pun harus ada NU tandingan, maka para Kiai Khos dan sepuh, Mustasyar PBNU, seperti KH. Maimoen Zubair Sarang, KH. Anwar Mansur Lirboyo, KH. Nawawi Abdul Jalil Sidogiri (Guru ust. Idrus Romli), KH. Abuya Muhtadi Banten, KH. Jazuli Ploso, KH. Agoes Ali Mashuri Sidoarjo

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →