Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim

1935 – 2002 M · 20.244 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

BografiKH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim Ulama Jombang Nahdlatul Ulama Jawa Timur

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi Profil KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Wafat
  4. Pendidikan
  5. Mendirikan Lembaga Pendidikan
  6. Pemikiran
  7. Karir

Kelahiran

KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim lahir pada tahun 1935 di Jombang. Beliau merupakan anak ketiga dari pasangan KH. Abdur Rohim Chasbulloh dan Nyai Mas Wardiyah asal Yogyakarta.

Keluarga

Pada tahun 1957 KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai. Zubaidah, putri KH. Sulaiman Qosim asal Keboan, kecamatan Kudu Jombang.

Buah dari pernikahannya, beliau dikaruniai enam anak, lima perempuan dan satu laki-laki. Putra-putri beliau di antaranya: Munhidhatul Ummah, Umdatul Khoirot, Roidhatus Salamah, Zumrotus Sholichah, Moh. Habiburrahman dan yang terakhir Sa’adatul Athiyah. 

Wafat

Beliau wafat pada 02 Juni 2002 setelah 16 tahun masuk dalam jajaran Syuriyah PWNU Jatim. Selian itu, beliau juga aktif di partai Golkar dan pernah menjadi  anggota dewan legislatif kabupaten Jombang dua periode pada tahun 1986. Pernah juga menjabat kepala Madrasah Muallimin Muallimat Bahrul Ulum dan mendirikan Sekolah Persiapan Muallimin (SP MMA) tahun 1982, sekaligus sebagai nahkoda madrasah.

Pendidikan

Masa kecil KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim, memulai pendidikannya dengan belajar di Madrasah Ibtidaiyyah Tambakberas. Saat awal masuk sekolah, ketika usia beliau sekitar 7 tahun, abah beliau meninggal dunia.

Menginjak usia 13 tahun, beliau melanjutkan pendidikannya dengan mencari ilmu ke berbagai pesantren. Kiai pertama yang menjadi tujuan beliau untuk belajar adalah kH. Ma'shum, di desa Laren Bumiayu Brebes.

Kiai Nasrul memang tidak banyak cerita, dimana dan kemana saja beliau mencari ilmu. Bahkan, dalam hal ilmu yang paling digemari dan didalami, tidak banyak orang tahu. Tetapi anehnya, kiai Nasrul mahir berbahasa Arab dan Belanda, ilmu kejadukannya juga sudah teruji, beliau juga mampu mengurai dan menjelaskan secara detail isi kitab Tafsir Jalalain dan Durrotun Nasikhin, kitab yang menjadi rutinan ngaji beliau setelah jamaah mahgrib dan subuh.

Perjuangannya sesudah menikah, beliau yang saat itu terkenal terkenal dengan panggilan Gus Nasrul pulang ke rumah mertua di Keboan. Disinilah Gus Nasrul melanjutkan perjuangannya menjadi guru ngaji dan mendirikan Madrasah Ibtidaiyah pada tahun 1961 dan sampai sekarang Madrasah tersebut masih hidup dan berkembang kurang lebih 21 tahun di Keboan lalu di panggil lagi untuk pulang ke Tambakberas sesudah wafatnya KH. Wahab Chasbullah.

Mendirikan Lembaga Pendidikan

Pada tahun 1977, KH. Achmad Nasrulloh Abdur Rohim diangkat menjadi kepala Madrasah Mualimin Mualimat (MMA) BU kurang lebih selama 15 tahun. Setelah memimpin madrasah, beliau mulai merintis As-Sa’idiyah yang sampai sekarang bisa kita manfaatkan bersama tanpa bergantung kepada bantuan pemerintah.

Pada tahun 1981, beliau mendirikan Madrasah I’idadiyah Lil Mu’alimin Wal Mu’alimat dua tahun, lalu pada tahun 1991 berubah menjadi Madrasah I’idadiyah Lil Jami’ah Bharul ‘Ulum Program lima tahun, hingga pada tahun 2005  Madrasah I’idadiyah memiliki program baru yaitu hanya tiga tahun untuk menempuh study dan berlanjut hingga sekarang MAJ terus berkembang.

Pada tahun ajaran 2009 ini MAI memiliki program baru yakni beasisiwa SPP dan asrama bagi seluruh murid baru.

Cita-cita beliau

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+