12 Feb 2020 · 13.990 dibaca · Artikel Keagamaan
Laduni.ID, Jakarta - Selama ini, mungkin banyak dari kita yang memahami kisah Nabi Adam AS memakan buah khuldi semata-mata karena tergoda oleh bujuk rayu setan. Pemahaman ini seolah sudah menjadi pengetahuan umum, bahkan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, benarkah demikian?
Pemahaman itu berbeda dengan yang dijelaskan Gus Baha. Beliau memandang bahwa pemahaman tersebut perlu diluruskan. Menurutnya, jika kita terus-menerus mengatakan bahwa Nabi Adam tergoda oleh setan, maka secara tidak langsung kita telah menuduh beliau sebagai nabi yang lemah terhadap godaan dan tidak ma’shum dari kekeliruan besar.
Dalam sebuah majelis ilmu di Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, pada 2 Oktober 2019, Gus Baha menyampaikan penjelasan yang sangat menarik, lebih logis dan menyentuh. Dengan gaya khas beliau yang tenang dan penuh hikmah, Gus Baha mengatakan:
“Nabi Adam tidak pernah salah. Ketika beliau ditanya oleh Allah, ‘Kenapa kamu memakan buah yang Aku larang?’, Nabi Adam menjawab, ‘Demi Allah, saya tidak pernah menduga
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+