17 Feb 2020 · 5.724 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Pagi ini, udara Madinah sangat bersahabat -- dingin-dingin Puncak, dan langit pun cerah. Saat sarapan, menjelang berangkat ke Mekah, Gus Mus mengisahkan sesuatu yang menarik mengenai dua kiai: Mbah Bisri Mustofa (ayahanda beliau) dan adiknya, Mbah Misbah Zainul Mustofa. Keduanya adalah kiai "dug-deng", ampuh, baik secara keilmuan lahir maupun "suwuk" (keilmuan batin).
Keduanya juga menulis banyak karya dalam bahasa Jawa, meskipun mereka fasih berbahasa Arab, baik lisan atau tulis. Gus Mus bercerita, mereka sering berkirim surat, bahkan berpolemik, dalam bahasa Arab. Sebagian surat-surat mereka itu masih disimpan dengan baik oleh Gus Mus. Mbah Bisri dan Mbah Misbah memang sering berbeda pendapat, meski mereka kakak-beradik. Mbah Bisri kiai modern, Mbah Misbah kiai galak.
Dua rama kiai ini punya perbedaan dalam beberapa hal. Kiai Bisri, misalnya, cenderung "rasional", kurang begitu suka pada ilmu "kebatinan" atau kanuragan, meski khazanah ilmu hikmah yang dimiliki beliau cukup banyak. Banyak
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+