Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Mari Belajar Beda Pendapat Seperti yang Telah Ada Sejak Zaman Sahabat Nabi

18 Feb 2020 · 6.033 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Patut kita syukuri karena sebagian umat Islam ada ghiroh dan semangat mempelajari Islam. Sayangnya, hal itu biasanya dilakukan tidak sempat lama seperti di pesantren yang 24 jam diajari penuh ilmu agama. Mereka mempelajari ilmu-ilmu agama melalui majelis taklim yang berjalan 1-2 jam, di internet yang kepotong kuota, di grup-grup WA sambil diselingi cacian. Intinya, menurut saya hal itu menyebabkannya tidak utuh dalam belajar ilmu agama.

Adapun yang mereka terima adalah produk fiqihnya, ini halal, ini haram, ini bid’ah, dan lain sebagainya. Ibarat makanan mereka tinggal santap saja. Tidak diberi tahu proses memasaknya, bahannya apa saja, diolah seperti apa dan seterusnya. Ribet memang urusan dapur ini. Dalam ilmu agama proses “memasak hukum” ini namanya adalah ushul fiqih.

Ibaratnya begini. Jika ada singkong kemudian diiris tipis dan digoreng maka jadilah keripik. Silahkan yang berselera kripik untuk memakannya. Tapi singkong tadi bisa juga digiling, maka jadi gethuk. Silahkan pula nikmati makanan khas daerah

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →