Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · KH. Muhammad Salman Dahlawi, Pengasuh Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten
✓ Terverifikasi Tim Riset

KH. Muhammad Salman Dahlawi, Pengasuh Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten

1936 – 2013 M · 30.345 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

KH. Muhammad Salman Dahlawi adalah pengasuh Pondok Pesantren Al-Manshuriyah, Popongan, pesantren tertua di Klaten. Sejak 21 Juni 1980, Pesantren Popongan berganti nama menjadi Pondok Pesantren Al-Manshur, untuk mengenang pendirinya, bersamaan peresmian yayasannya.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
3.1  Menjadi Pengasuh Pesantren
3.2  Menjadi Mursyid Tarekat

4.    Karomah
5.    Teladan
6.    Chart Silsilah Sanad
7.    Referensi

1. Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1 Lahir

KH. Muhammad Salman Dahlawi atau yang kerap disapa dengan Mbah Salman lahir pada tanggal 1 Maret 1936. Beliau merupakan putra dari pasangan KH. Muhammad Muqri bin KH. Kafrawi dengan Hj. Masfuah binti Muhammad Manshur.

Nasab KH. Muhammad Salman Dahlawi dari jalur ibu, beliau merupakan keturunan dari seorang pembimbing Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyyah. Nasab beliau di antaranya: KH. Muhammad Manshur putra Syekh Muhammad Hadi Girikusumo Mranggen Demak, salah seorang Khalifah Syekh Sulaiman Zuhdi, mursyid atau guru pembimbing Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyyah di Makkah.

1.2 Riwayat Keluarga
Pada tahun 1961, KH. Salman melepas masa lajangnya dengan menikahi Nyai Hj. Muainatun Sholihah. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai tiga putra dan lima putri. Anak-anak beliau di antaranya:

  1. Nyai Musta’anah,
  2. Nyai Umi Mu’tamiroh,
  3. Nyai Munifatul Barroh,
  4. Nyai Murtafi’ah Mubarokah,
  5. Kyai Mifathul Hasan,
  6. Kyai Muhammad Maftuhun Ni’am,
  7. Kyai Muhammad Multazam Al Makki,
  8. Nyai Maliyya Silmi.

Pada tahun 2000, Nyai Muainatun meninggal dunia dan pada tahun 2001, KH. Salman menikah lagi dengan Nyai Hj. Siti Aliyah, asal Purwadadi. Sejak kepergian Nyai Muainatun, KH. Salman memulai mempersiapkan kaderisasi manajemen pesantren dengan melibatkan putra-putrinya secara lebih aktif dalam pengelolaan pesantren.

1.3 Wafat
KH. Muhammad Salman Dahlawi wafat pada hari Selasa, 27 Agustus 2013 pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Beliau meninggal dunia setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Islam Surakarta (RSIS) sejak awal bulan Agustus 2013.

Salah seorang menantu KH. Salman, yakni Kyai Mohammad Dian Naf’i mengatakan KH. Salman sebelumnya mengalami gangguan pencernaan pada tanggal 17 Agustus, sehingga sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Delanggu. Pada 18 Agustus, mendiang Pengasuh Pondoki Pesantren Popongan itu dipindahkan ke RSI Yarsis Solo untuk dirawat intensif.

Wafatnya Mbah Salman, demikian ulama ini akrab disapa tak pelak membuat jemaah Thariqah Naqsyabandiyah Khalidiyah Mujaddadiyah berduka. Ratusan orang tampak berkumpul di Kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur, Popongan, Tegalgondo, Klaten, Selasa malam.

Mereka menunggu kedatangan jenazah, tampak di antara mereka puluhan aktivis Barisan Ansor Serba Guna (Banser) dan sejumlah aparat kepolisian yang berjaga di sejumlah titik di lokasi itu. Mereka langsung melantunkan ayat suci Al-Qur’an secara bersama-sama kala jenazah samp

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+