06 Mar 2020 · 3.984 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Kematian bagi banyak orang merupakan sesuatu yang menakutkan. Segala hal yang berhubungan dengannya sebisa mungkin dihindari baik percakapan, diskusi atau pengkajian tentang kematian tersebut. Reaksi orang lain biasanya akan negatif ketika ada seseorang yang mencoba mengingatkan atau sekedar membicarakan tentang kematian. Reaksi tersebut bisa berupa ekspresi kaget, takut, cemas, cemooh bahkan marah. Kondisi umum ini terjadi di tengah-tengah masyarakat. Padahal kematian itu merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari semua makhluk hidup, termasuk manusia. Kematian itu sendiri termasuk dalam bagian mata rantai yang tak terpisahkan dengan kehidupan. Kehidupan dan kematian berada dalam suatu siklus yang menyertai kehidupan semua makhluk. Bukankah sesuatu itu ada karena kehadiran lawannya? Pria ada karena ada wanita. Sehat ada karena ada sakit. Orangtua ada karena ada anak. Suami ada karena ada isteri. Demikian juga kehidupan ada karena ada kematian.
Keengganan untuk membicarakan kematian mungkin terkait dengan munculnya persepsi yang men
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+