13 Mar 2020 · 5.879 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun. Dalam waktu yang berdekatan, banyak kiai dan tokoh NU yang berguguran, wafat, "kapundut", dipanggil oleh Allah. Sebagian besar mereka ini masih berumur muda.
Dimulai dari Kiai Habibullah Zaini, cucu dari Kiai Abdul Karim (pendiri pesantren Lirboyo) yang wafat pada bulan Februari kemaren; disusul oleh Gus Adib Abdurrachim Sarang (putera dari Kiai Abdurrachim, pengasuh pesantren MUS, Sarang, Rembang); disusul lagi oleh Kiai Ayip Abbas, putera dari Kiai Abdullah Abbas Buntet, Cirebon.
Disusul lagi oleh wafatnya Kasatkornas Banser, arek Tulungagung, Mas Alfa Isneni, Rabu (11/3) kemaren. Sehari setelah itu, kiai ahli Qur'an dari Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Kiai Tamam Kamali, dipanggil oleh Allah. Kiai Tamam adalah ayahanda dari teman saya yang amat cerdas, Gus Jamaluddin Mohammad.
Lalu hari ini, berita "lelayu" baru saja saya terima: Gus Umar Fauzi, kiai muda yang digadang-gadang untuk menjadi pengasuh baru dan penerus perjuangan Kiai Abdul Mannan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+