21 Mar 2020 · 4.551 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Salah satu oleh-oleh yang bisa kita bawa pulang dari Ngaji Ihya’ (Kamis, 19/3/2020) adalah ajaran dari Imam Ghazali (w. 1111) tentang “melawan syahwat dengan syahwat”. Ajaran ini bukan orisinal datang dari al-Ghazali sendiri, melainkan dari sufi besar asal Damaskus bernama Abu Sulaiman al-Darani (w. 830). Yakni ajaran: melawan syahwat dengan syahwat.
Syahwat atau keinginan, dorongan, hasrat untuk menikmati sesuatu (=konsumsi) adalah tema utama yang menjadi pusat perhatian para sufi besar sejak awal. Malahan bisa dikatakan bahwa masalah syahwat inilah yang pertama kali menjadi raison d’être, alasan lahirnya gerakan tasawwuf pada abad-abad pertama dalam sejarah Islam.
Gerakan tasawwuf pada generasi awal Islam, yaitu abad pertama hingga abad ke-3 Hijriyah, mengambil bentuk gerakan-gerakan “pietis” atau kesalehan yang disebut zuhud. Para pelaku tasawwuf di masa itu tidak disebut sebagai “sufi” atau “mutaṣawwif”, karena istilah ini belum banyak dikenal.
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+