25 Mar 2020 ยท 5.294 dibaca · Hubungan antar warga negara
LADUNI.ID, Sudah menjadi kebiasaan jika ada seseorang yang mengobati saudara atau keluarga kita, maka kita wajib memberi imbalan/ upah bagi yang mengobatinya.
Akan tetapi bolehkah meminta imbalan uang bila kita mengobati orang sakit melalui doa dan ayat-ayat suci Al-Qur'an menurut hukum islam ?
Mendengar ceramahnya Habib Novel Alaydrus sewaktu mengisi acara khatmul quran di Madrasah Murottilil Quran Jet Tempur, beliau mengatakan "SANGAT SANGAT BOLEH" menerima / meminta imbalan uang bila kita mengobati orang sakit melalui doa dan ayat-ayat suci Al-Qur'an. BOLEH karena termasuk akad JU’ALAH (upah, komisi) atau akad IJAARAH (sewa jasa). Keterangan diambil dari :
ูุงู ุงูุฒุฑูุดู ููุณุชูุจุท ู ูู ุฌูุงุฒ ุงูุฌุนุงูุฉ ุนูู ู ุง ููุชูุน ุจู ุงูู ุฑูุถ ู ู ุฏูุงุก ุฃู ุฑููุฉ ูุฅู ูู ูุฐูุฑูู ููู ู ุชุฌู ุฅู ุญุตู ุจู ุชุนุจ ูุฅูุง ููุง ุฃุฎุฐุง ู ู ุง ูุฃุชู ุดุฑุญ ู ุฑ
Berkata az-Zarkasyi “darinya dapat diambil kesimpulan bolehnya menarik upah dari hal yang dapat bermanfaat bagi orang sakit baik berupa obat atau ruqyah (pengobatan dengan doa-doa secara syar’
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+