02 Apr 2020 · 3.772 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Soal posisi jamaah merapatkan shaf hukumnya adalah Sunah. Jika tidak rapat maka hukumnya makruh, namun tidak sampai membatalkan shalat.
Khilafiyah dalam hal ini adalah seputar apakah tidak merapatkan shaf tetap mendapatkan keutamaan shalat berjamaah atau tidak? Berikut uraian Syekh Al-Bujairimi dari kalangan Madzhab Syafi'i:
ﻓَﻘَﺪْ ﻧَﺺَّ ﻋَﻠَﻰ ﻧَﺪْﺏِ ﺳَﺪِّ ﻓُﺮَﺝِ اﻟﺼُّﻔُﻮﻑِ ﻭَﺃَﻥْ ﻻَ ﻳَﺸْﺮَﻉَ ﻓِﻲ ﺻَﻒٍّ ﺣَﺘَّﻰ ﻳُﺘِﻢَّ ﻣَﺎ ﻗَﺒْﻠَﻪُ، ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﻔْﺴِﺢَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳُﺮِﻳﺪُﻩُ
Asy-Syaafi'i menjelaskan anjuran menutup celah-celah dalam shaf shalat, tidak dianjurkan membuat barisan Shaf baru sebelum yang didepan sempurna dan memberi keleluasaan bagi jamaah yang menghendakinya
ﻓَﻠَﻮْ ﺧَﺎﻟَﻔُﻮا ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﻛُﺮِﻫَﺖْ ﺻَﻼَﺗُﻬُﻢْ، ﻭَﻓَﺎﺗَﺘْﻬُﻢْ ﻓَﻀِﻴﻠَﺔُ اﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ ﺷَﺮْﺡُ ﻣ ﺭ.
Jika makmum tidak melakukan hal di atas maka mereka melakukan hal-hal makruh dalam shalat dan mereka tidak mendapatkan keutamaan shalat berjamaah
ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ ﺇﻥَّ اﺭْﺗِﻜَﺎﺏَ ﻛُﻞِّ ﻣَﻜْﺮُﻭﻩٍ
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+