14 Apr 2020 · 3.776 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Sedikit banyak saya mulai paham, kenapa diawal-awal menyebarnya pandemi Covid-19, banyak data yang ditutupi oleh Pemerintah, dan sekarang ini malah justru dibuka. Ditutupi bukan berarti diam, karena dengan kemampuan negara yang serba terbatas, fasilitas perawatan dan alat uji terus ditingkatkan
Setidaknya ada 2 alasan kenapa dulu data sebaran Covid-19 ditutup :
1. Untuk meredam kepanikan
2. Untuk melokalisir episentrum penyebaran
Dari awal "aparat" sudah membuat simulasi skenario terburuk pandemi Covid-19 di Indonesia, termasuk jumlah pasien dan sebarannya.
BIN sudah membuat simulasi perhitungannya, dan sikap pemerintah yang awalnya seolah terkesan menganggap enteng, justru berawal dari data simulasi tadi, sengaja dicitrakan demikian, demi mencegah kepanikan
Artinya: Sejak awal semuanya sudah sangat diperhitungkan, coba bayangkan, jika saat 2 (dua) pasien PDP pertama dari Depok terungkap, lalu pemerintah secara vulgar menyebut bahwa suspek ODP terbanyak ada di kota Jakart
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+