Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Artikel Keagamaan

Doa Berbuka Puasa: Antara “Allahumma Laka Shumtu” dan Polemik Status Hadis

27 Apr 2020 · 8.425 dibaca · Artikel Keagamaan

Laduni.ID, Jakarta - Setiap Ramadhan tiba, ruang-ruang diskusi keagamaan kembali diramaikan oleh perdebatan yang sesungguhnya bukan hal baru. Pertanyaan yang sama kembali mengemuka, benarkah doa berbuka puasa “Allahumma laka shumtu wa ‘ala rizqika afthartu” tidak boleh diamalkan karena dinilai dhaif? Sebagian pesan berantai bahkan melangkah lebih jauh dengan menuduhnya sebagai bid‘ah dan mendorong penggantian dengan redaksi lain yang dianggap lebih sahih.

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan doa berbuka bukan sekadar soal redaksi, melainkan menyentuh cara pandang terhadap hadis, metode penilaian sanad, serta sikap dalam menyikapi perbedaan pendapat ulama. Oleh karena itu, penting untuk mendudukkan persoalan ini secara jernih dan ilmiah, dengan merujuk pada kajian hadis dan metodologi fikih yang utuh, bukan sekadar potongan penilaian yang beredar di media sosial.

1. Berbuka Puasa sebagai Waktu Istijabah

Berbuka puasa bukan sekadar momentum makan dan minum, tetapi juga saat mustajab untuk berdoa. Dal

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →