LADUNI.ID, Jakarta - Dalam tulisan ini, mengandung isi mengenai kitab Mbah Bisri. Tulisan ini dimulai dengan sebuah ungkapan seperti ini:
ููู ุฃุนูู ุจุงุจู ูุชุฏูู
Tidak ada selain Allah yang tahu siapa yang mendapat petunjuk.
Ada adagium terkenal:
ูุง ูุนุฑู ุงูููู ุฅูุง ุงูููู
Secara konvensional dimaknai: hanya wali yang tahu wali.
Namun Guru Abah, KH. Ali Ma'shum punya interpretasi lain. Menurut beliau, yang dimaksud adalah: hanya Allah al-waliyyu yang tahu dari hamba-hambaNya siapa yang menjadi kekasihNya.
ูุง ูุนุฑู ุงูููู ู ู ุฎูู ุงููู ุฅูุง ุงูููู ุณุจุญุงูู
Jadi wali itu kebanyakan tidak tahu bahwa dia wali. Dia selalu merasa tidak pantas, dia selalu merasa kurang menghamba kepada Allah ta'ala.
Namun kita boleh (bahkan dianjurkan) berkhusnudzan. Jadi kita boleh mengkhusnudzani seseorang sebagai wali. Seperti wali songo, kita boleh menganggap mereka sebagai wali. Namun hakikatnya hanya Allah SWT yang tahu.
Jangankan husnudzon
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan โ tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+