01 May 2020 · 3.295 dibaca · Motivasi
LADUNI.ID, Jakarta - Konon, lelaki di foto itu bernama H. Abdellah El Mabrul, 42 tahun. Anggota Banser dan warga Dusun Ngaran, Desa Mlese, Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, itu sejak 2011 tinggal di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau. Bekerja sebagai tabib, dan karenanya warga Pangkalan Kelinci menyapanya sebagai Abah Tabib.
Tersebab lebaran tahun lalu ia tak mudik ke Klaten, 26 April silam, di tengah wabah Covid-19, ia nekad pulang ke kampungnya -- tempat isteri dan ke empat anaknya mukim. Dan tentu saja kehadirannya di Ngaran mengharuskan dia menjalani isolasi alias karantina, selama 14 hari. Memastikan dia tak menularkan wabah mematikan itu.

Dan, alih-alih memilih tempat lain yang lebih nyaman, si Abah malah memilih tepi Sungai Kecu, tak jauh dari dusunnya, sebagai tempat karantina. Sungai itu sendiri, khususnya di ruas ia mendirikan tenda karantinanya, dikenal angker. Selain berhadapan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+