Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Tuntunan Ibadah · Kolom

Menutup Prasangka Buruk pada Ulama yang "Dekat" dengan Penguasa

14 May 2020 · 4.246 dibaca · Kolom

Laduni.ID, Jakarta - Boleh saja nyinyir kepada ulama yang dekat penguasa yang kedekatannya terbukti (bukan terasumsi atau teropini) membuatnya terjerumus kepada perbuatan nista. Memperjualbelikan agama. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Menjadi "stempel" halal terhadap kezaliman penguasa.

Memang, idealnya bisa dijumpai ulama merangkap sebagai umara, dan atau sebaliknya. Akan tetapi sangat sedikit orang yang mempunyai dua kualitas itu sekaligus. Pemisahan kepemimpinan agama (ulama) dan politik (umara) disebabkan karena tidak semua ulama mempunyai kemampuan sebagai umara, dan tidak semua umara yang memiliki kualitas sebagai ulama. Pemisahan ini bukan berarti penghilangan fungsi ulama dan umara. Bukan juga penegasian satu sama lain.

Hubungan ulama dan penguasa (umara) sangat dinamis. Namun, pada dasarnya, kepentingan ulama terhadap penguasa adalah agar ajaran agama bisa dijalankan selurus-lurusnya oleh penguasa. Mengawal umara supaya menjalani pemerintahan dengan adil dan beradab. Ulama juga berkepentingan menjaga k

🔒
Lanjutkan membaca dengan Laduni+

Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+
← Kembali ke Tuntunan Baca di situs utama →