19 May 2020 · 6.903 dibaca · Hikmah
LADUNI.ID, Jakarta - Suatu ketika, Sultonul Auliya’ Syekh Abdul Qadir al-Jailani bersama murid-muridnya berpapasan dengan seorang pemabuk yang teler berat. Walaupun dengan kondisi mabuk berat, si pemasuk itu memberikan 3 pertanyaan kepada Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
Pertama: “Ya Syekh, apakah Allah SWT mampu merubah pemabuk sepertiku menjadi ahli ta’at?
Syekh Abdul Qadir al-Jaalani menjawab: “Iya, mampu.”
Kedua: “Apakah Allah SWT mampu merubah ahli ma’siat sepertiku menjadi ahli ta’at setingkat dirimu?”
“Sangat mampu,” jawab Syekh Abdul Qadir al-Jailani.
Ketiga: “Apakah Allah SWT mampu merubah dirimu menjadi ahli ma’siat sepertiku?”
Tanpa menjawab pertanyaan tersebut, Syekh Abdul Qadir al-Jailani menangis dan tersungkur dan bersujud kepada Allah SWT.
Murid-murid Syekh Abdul Qadir al-Jailani kebingungan dan bertanya, “ada apa wahai Syekh?”
“Betul seka
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+