30 May 2020 · 6.165 dibaca · Sufi
LADUNI.ID, Jakarta - Al-Hikam, kitab karangan seorang sufi besar Syeikh Ibnu ‘Athoillah ini sangatlah terkenal bagi umat Islam. Kitab ini membahas tasawwuf atau kerohanian dalam beragama, guna menjalankan hati dalam penghambaan.
Di Indonesia, hampir seluruh kiai khususnya aswaja memberikan kajian kitab ini kepada santri-santrinya. Mengingat isi kalam-kalam hikmah kitab ini begitu dalam yang mampu menghipnotis kerohanian pembacanya untuk lebih berma’rifat kepada Allah.
Tapi rupanya tidak bagi Kiai Abdussalam (Mbah Salam) Kajen Pati. Setiap ada orang mengaji kitab al-Hikam justru dilarang. Dan bukan hanya basa basi, siapa yang tak diizinkan Mbah Salam ternyata setiap melihat isi kitab Al-Hikam malah kebingungan. Putranya yang bernama Al-Allamah Mbah Mahfudz, dan juga ayah Kiai Sahal Mahfudz, pun tak luput mengalami demikian, karena beliau juga tidak diizinkan oleh Mbah Salam.
Mungkin cara pandang tentang thariqah beliau, seperti pandangan Imam Malik dan beliau menjabarkan:
“ilmu Thoriqoh kui dak usah ti ji, angger mu&rs
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+