01 Jun 2020 · 3.210 dibaca · Aswaja
LADUNI.ID, Jakarta - Seharusnya sehabis lebaran pesantren kembali ramai dengan kedatangan para santri setelah liburan selama bulan romadlan. Akibat pandemi, hampir semua pesantren menunda masa kembali para santri, terutama pesantren-pesantren besar. Sikap kehati-hatian ini wajar mengingat asal santri beragam. Apalagi pesantren besar, para santri berasal dari berbagai daerah di nusantara ini. Pesantren ibarat "Indonesia mini" tempat para santri mengalami keragaman.
Sikap kehatian-hatian sebenarnya juga ditunjukkan pesantren awal-awal pandemi ini mulai. Dengan segera pesantren memulangkan para santri lebih awal. Ini bukan sikap panik. Sekali lagi, ini sikap kehati-hatian. Bayangkan, jika ada pesantren dengan jumlah santri 15 ribu, berarti kiai bertanggungjawab terhadap 15 ribu nyawa santri. Begitu beratnya tugas kiai.
Saat ini kembali pesantren menunjukkan sikap kehati-hatiannya. Penundaan kedatangan kembali santri paska liburan satu bukti. Tetapi spiritnya, kegiatan pembelajaran di pesantren harus jalan. Bukan semata karena "the new normal&q
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+