Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si.
✓ Terverifikasi Tim Riset

Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si.

lahir 1952 M · 20.241 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si., atau yang biasa dipanggil dengan Bu Ida lahir pada 4 Agustus 1952 di Kanggotan, Bantul, Yogyakarta. Beliau merupakan putri dari pasangan KH. Abdurrohman sosok Kyai yang aktif di Mabarot, dengan Ibu, Hj. Aisyah, sosok Nyai yang aktif di Muslimat NU.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi 

  1. Kelahiran
  2. Keluarga
  3. Pendidikan
  4. Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)
  5. Teladan

Kelahiran

Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si., atau yang biasa dipanggil dengan Bu Ida lahir pada 4 Agustus 1952 di Kanggotan, Bantul, Yogyakarta. Beliau merupakan putri dari pasangan KH. Abdurrohman sosok Kyai yang aktif di Mabarot, dengan Ibu, Hj. Aisyah, sosok Nyai yang aktif di Muslimat NU.

Keluarga

Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si menikah dengan KH. Zainal Abidin Munawwir, putra ke-9 dari KH. Munawwir dengan Ny. Hj. Khadijah. Buah dari pernikahan tersebut, beliau dikaruniai 2 putra dan 1 putri, yaitu Muhammad Munawwir (Gus Mamad), Khoiruzzad (Gus Izad) dan Khumairo’ (Ning Elok).

Pendidikan

Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si memulai pendidikannya dengan belajar di Pondok Pesantren Krapyak komplek Nurussalam yang diasuh oleh Mbah KH. Dalhar. Selepas dari komplek Nurussalam, beliau singgah di Pondok Pesantren Pandanaran yang terletak di jalan Kaliurang, Sleman, Yogyakarta.

Sejak saat itu, beliau banyak berkiprah di berbagai organisasi di Yogyakarta. Beliau dikenal sebagai anak yang aktif, ulet, mumpuni dan sangat inspiratif.

Peranan di Nahdlatul Ulama (NU)

Kiprah Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si., dalam berorganisasi, dimulai dari duduk di bangku SMA, antara lain dengan menjadi Ketua IPPNU Komisariat Khadijah (kelas I) dan menjadi Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) ketika duduk di kelas II.

Setelah lulus dari bangku SMA, beliau melanjutkan belajar di Yogyakarta. Dan di sinilah beliau banyak berkiprah di dalam berbagai organisasi.

Seiring berjalannya waktu, beliau bertemu dengan jodohnya. Nyai Hj. Ida Fatimah Zaenal, M.Si. menikah dengan KH. Zainal Abidin Munawwir, putra ke-9 dari KH. Munawwir dan Ny. Hj. Khadijah (Keanggotan,Bantul,Yogyakarta). Sejak saat itu, beliau memiliki tanggung baru sebagai seorang istri.

Tentu ini merupakan tanggung jawab yang berat. Karena itu, Nyai Ida berniat berhenti dari dunia organisasi dan berniat untuk istiqomah menjadi ibu rumah tangga. Beliau juga ingin mengaji dan mengajar di Pondok. Tapi, rupanya keinginan beliau tak disetujui sang suami. KH. Zainal Abidin Munawwir. Suaminya sangat memahami kualitas dan kemampuan istrinya itu. Oleh karena itu, KH. Zainal Abidin Munawwir memintanya untuk berkiprah lagi di organisasi dan masyarakat, serta mengisi pengajian ke pelosok-pelosok Yogyakarta.  

Sepak terjang Bu Nyai Ida di dalam banyak organisasi bisa dianggap sukses. Beliau sempat juga terpilih sebagai ketua Muslimat cabang Bantul. Saat terpilih, Bu Nyai Ida masih menjadi wakil Muslimat NU

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+