Laduni.idLaduni.idLayanan Dunia Islam✦ Laduni+Masuk
Beranda · Khazanah · Ulama · Habib Al Walid Muhammad bin Alwi bin Husin bin Hood Al-Atthas
✓ Terverifikasi Tim Riset

Habib Al Walid Muhammad bin Alwi bin Husin bin Hood Al-Atthas

1943 – 1995 M · 11.506 kali dibaca · Profil Ulama

🕸 Buka Silsilah
Ringkasan Laduni AI

Al Habib mematahkan perkataan orang yang meragukan kemampuan beliau, dan ternyata orang yang berasal dari daerahpun mampu memegang kendali ilmu nasab ini setelah belajar puluhan tahun dengan berkeliling kemana-mana.

Dirangkum dari 14 sumber terverifikasi · lihat sumber

Riwayat Singkat

Daftar Isi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga
1.1  Lahir
1.2  Riwayat Keluarga
1.3  Wafat

2.    Sanad Ilmu dan Pendidikan
2.1  Pendidikan
2.2  Guru-Guru

3.    Perjalanan Hidup dan Dakwah
4.   Tauladan
5.    Referensi

1.    Riwayat Hidup dan Keluarga

1.1  Lahir
Al-Habib Walid Muhammad lahir di Desa Subik, Ujung Pandang, Makassar, Sulawesi Selatan, pada tanggal 14 Mei 1934, putra dari Al-Habib Alwi bin Husin bin Hasan Al bin Hood Al-Atthas dan ibunya bernama Rugayyah binti Alwi bin Abdullah bin Sahl Jamalullail.

1.2 Riwayat Keluarga
Al-Habib Walid Muhammad menikah pada umur 21 tahun dengan Syarifah Khadijah binti Alwi bin Ali Assofi Asseggaff.

1.2 Wafat
Al-Habib Walid Muhammad wafat pada tanggal 6 Februari 1995 dan dimakamkan di Kompleks Pemakaman Al-Habib Ahmad bin Alwi Al Umar Al-Haddad (Habib Kuncung, di belakang Kalibata Mall, Jakarta).

2. Sanad Ilmu dan Pendidikan

2.1 Pendidikan
Al-Habib menghabiskan puluhan tahun untuk menguasai ilmu nasab dengan berkeliling ke banyak tempat demi mempelajarinya, tanpa niat untuk mencari kedudukan di mata manusia. Awalnya, beliau mendapat sindiran yang memotivasinya untuk belajar dan membuktikan ketidakbenaran ucapan orang-orang yang meragukan kemampuannya.

Sindiran seperti “Mana mungkin orang dari pedalaman bisa mengerti nasab” terbantahkan oleh keahliannya. Al-Habib berkeliling Indonesia dan semenanjung Melayu, serta memiliki hubungan baik dengan ahli nasab seperti Al-Isa bin Muhammad bin Al-Qatmyr Al-Kaff dan Al-Habib Ibrahim bin Muhammad Al-Kaff Singapura. Beliau juga mendidik santri, termasuk Al-Habib Zainal Abidin bin Segaf Assegaf, yang waktu itu masih berumur 30 tahun, untuk menjadi ahli nasab di masa depan.

 2.2 Guru-Guru
1. Al-Habib Isa bin Muhammad bin Al-Qatmyr Al-Kaff (Siangpura)
2. Al-Habib Ibrahim bin Muhammad Al-Kaff (Singapura)

4. Perjalanan Hidup dan Dakwah
Masa kanak-kanak Habib Muhammad dihabiskan di Ujung Pandang. Suatu masa, beliau diajak oleh pamannya, Al-Habib Ali bin Husin bin Hasan bin Hood Al-Atthas, untuk merantau ke Pekalongan, Jawa. Namun, karena tidak betah, Habib Muhammad kembali ke Ujung Pandang.

Pada umur 15 tahun, beliau kembali merantau ke Surabaya dan bekerja dengan Al-Habib Ja’far Aidid. Setelah menikah, beliau diberi kepercayaan penuh oleh mertuanya, Al-Habib Alwi bin Ali Assofi Asseggaff, untuk mengelola pabrik tenun di Gapuro, Gresik. Pada tahun 1981, Habib Muhammad dan keluarganya hijrah ke Jakarta, tepatnya di Jl. Cililitan Kecil, Jakarta Timur. Pada tahun 1989, beliau mulai menjaga kemurnian dan kelestarian ilmu nasab hingga akhir hayatnya.

5. Tauladan
Saat tinggal di Gresik, selain memiliki relasi dagang yang luas dari berbagai daerah di Indonesia, beliau juga sering menerima kunjungan tamu dari berbagai lapisan masyarakat Alawiyin di Jawa Timur.

Kegemaran Al-Habib terhadap nasab dimulai

Sebagian bacaan ini khusus anggota Laduni+. Buka biografi lengkap, karya, sanad & silsilah — plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja.

Jadilah anggota Laduni+

Mulai Rp20.000/bulan — full artikel, silsilah, hadis & asbabul wurud penuh, unduh PDF, dan Laduni AI bersanad. Tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.

Lihat Paket Laduni+