05 Jun 2020 · 4.989 dibaca · Zuhud
LADUNI.ID, Jakarta - Ada satu penggalan kisah yang menarik tentang al-Sari al-Saqathi (w. 867), sufi besar dari Baghdad, yang dikisahkan dalam kitab-kitab tasawuf klasik seperti Ihya’ Ulumiddin atau Risalah Qusyayriyyah. Diceritakan bahwa paman Junayd al-Baghdadi tersebut pernah berkata: “Selama empat puluh tahun, nafsuku memintaku untuk mencelupkan roti ke dalam sirup gula tapi aku tidak menurutinya.”
Kutipan al-Sari, murid sufi besar al-Karkhi, di atas disebutkan al-Ghazali dalam kitab Ihya’ juz ketiga dalam bab Riyadlatunnafs (Olah Jiwa). Kutipan ini muncul saat al-Ghazali mendiskusikan masalah bernikmat-nikmat dalam hal yang diperbolehkan (al-tana‘‘um bi al-mubah). Al-Ghazali menjelaskan bahwa menikmati hal yang diperbolehkan haruslah tetap diwaspadai karena itu bisa menjadi penyebab menjauhnya kita dari Allah.
Apa yang diutarakan oleh al-Sari ini tidak lain adalah contoh mujahadah (memerangi nafsu/diri, berusaha keras) sekaligus riyadlah (olah batin, pendisiplinan) yang dalam Ihya’ disebut sebagai
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+