09 Jun 2020 Β· 3.611 dibaca · Sosial Budaya
LADUNI.ID, Jakarta - Tanggal 8 Juni, 30 tahun lalu, Djamaluddin Malik wafat di Jerman, karena penyakit komplikasi yang dideritanya.
Ia pernah aktif di GP Ansor Kebun Sirih, Jakarta. Kemudian jadi Ketua Umum Lesbumi pertama, sebuah lembaga kebudayaan yang didirikan atas restu para ulama pada 28 Maret 1962. Lalu, ayah Camelia Malik ini, menjadi Ketua III PBNU.
Atas jasa-jasanya, pemerintah mengukuhkannya sebagai pahlawan dengan mendapatkan Bintang Mahaputra Kelas II/Adipradhana.
Perkenalan Djamaluddin Malik dan NU
"Tadinya anak buah saya bermaksud, jika sudah sampai di daerah Republik, rombongan akan membubarkan diri. Lalu kami menerjunkan diri dalam badan-badan perjuangan. Ada yang di Hizbullah (pimpinan KH Zainul Arifin) ada yang barisan pemberontakan rakyat (Pimpinan Bung Tomo) dan sebagainya.”
Itulah ungkapan Djamaludin Malik yang dikemukakan kepada KH Wachid Hasyim yang didokumentasikan KH Saifuddin Zuhri dalam buku Guruku Orang-orang dari Pesantren. Selain Kiai Saifuddin, hadir dalam pert
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan β tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+