12 Jun 2020 · 5.885 dibaca · Zuhud
LADUNI.ID, Jakarta - Salah satu kajian dan praktik dalam tasawuf adalah bersikap zuhud. Jika disebut kata zuhud, maka biasanya stereotip yang sering muncul adalah dikaitkan dengan hidup menyepi, menjauhi masyarakat, berpakaian lusuh, tidak memiliki harta dan hal-hal lain yang bersifat menjauhi keduniawian. Padahal pandangan ini belum tentu sepenuhnya benar. Sebab ada pendapat sebagian ulama sufi yang memandang dibolehkannya memiliki banyak harta dengan cara yang halal, asalkan hatinya tetap cinta dan terpaut kepada Allah swt.
Pandangan tersebut di antaranya diungkapkan oleh seorang ulama sufi bernama Sufyan ats-Sauri sebagaimana yang dikutip oleh Muhammad Asror Yusuf dalam bukunya Kaya Karena Allah, bahwa yang dimaksud zuhud adalah membatasi keinginan untuk memperoleh dunia, bukannya membatasi makan-makanan yang kasar atau mengenakan pakaian kasar. Senada dengan Ats-Sauri, Dzun Nun Al-Misri juga menyatakan bahwa jangan mencari dunia, namun jika mencari dunia, maka janganlah mencintainya. Pandangan zuhud seperti ini juga ditegaskan oleh pendiri Tarekat Asy-S
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+