26 Jun 2020 · 4.944 dibaca · Kolom
LADUNI.ID, Jakarta - Selasa lalu (23/6/20), saya diantar Gus Yayak ke ndalem KH. Raden Ahid Sambas di Nganjuk. Jalur nasabnya sambung ke Syarif Hidayatullah urutan yang ke-16, dan sambung Rasulullah pada urutan ke-39. Tentu beliau adalah habib, tapi tidak menunjukkan kehabibnya. Beliau "njawani" yakni bisa bahasa Jawa walau logatnya masih ala Ceribon Jawa Barat. Saat berkisah tentang PKI, beliau bersemangat sekali dan ingatannya masih bagus.
Kisahnya dimulai pertama kali dari diselenggarakannya kesenian oleh Lekra (badan kesenian PKI) yang akan mementaskan ludruk dengan lakon "Pernikahannya Gusti Allah sampai melahirkannya Nabi Isa" di pasar Watudandang, Prambon Nganjuk. Nampaknya memang instruksi lakon yang demikian ini tidak hanya di satu kecamatan, tapi juga di kecamatan dan kabupaten lain.
Maka teman-teman Banser lapor kepada Kiai Ahid tentang lakonnya yang menyinggung umat Islam. Lalu Kiai Ahid melapor ke Koramil, oleh Koramil dikatakan polisi yang punya wewenang sebagai keamanan daerah, lalu ke polisi dan diberitahu kalau yang berwenan
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+