01 Jul 2020 · 6.107 dibaca · Artikel Keagamaan
LADUNI.ID, Jakarta - Bidadari, sebagaimana banyak disebut di dalam Al-Qur’an seringkali dipahami sebagai seorang perempuan, sebab penyebutannya bidadari bukan bidadara atau laki-laki. Hal ini sebagaimana terdapat dalam salah satu ayat Al-Qur’an sebagai berikut.
مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى سُرُرٍ مَّصْفُوْفَةٍۚ وَزَوَّجْنٰهُمْ بِحُوْرٍ عِيْنٍ (٢٠
Muttaki-iina 'alaa sururin mashfuufatin wazawwajnaahum bihuurin 'iinin
Artinya: “Mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.” (Q.S. At-Thur [52] ayat 20)
Berdasarkan keterangan tafsir dari Prof Dr H M Quraish Shihab, apa yang disampaikan di dalam Al-Qur’an dengan menerjemahkan kata hurin ‘in sebagai bidadari itu tidak tepat, di mana penerjemahan tersebut sangat berkaitan dengan sex.
Padahal, menurut Quraish Shihab, dalam bahasa Al-Qur’an yang disebut dengan istilah hurin ‘in adalah berarti “matanya lebar” dan b
Anda membaca cuplikan. Buka artikel & tuntunan ibadah lengkap, plus Laduni AI bersanad untuk bertanya kapan saja. Mulai Rp20.000/bulan — tersedia 3 paket, pilih yang paling pas.
Lihat Paket Laduni+